Kali Sengara

Sak bekja bekjane wong kang lali isih luwih bekja wong kang eleng lan waspodo.

Membangun Ketahanan Budaya Bangsa Melalui Kesenian

Meutia Farida Hatta Swasono *)

Mengawali keynote-speech ini, pertama-tama perlu saya kemukakan bahwa masih banyak di antara masyarakat awam kita yang mengartikan “kebudayaan” sebagai “kesenian”, meskipun sebenarnya kita semua memahami bahwa kesenian hanyalah sebagian dari kebudayaan. Hal ini tentulah karena kesenian memiliki bobot besar dalam kebudayaan, kesenian sarat dengan kandungan nilai-nilai budaya, bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai-nilai budaya.

Kebudayaan secara utuh sebenarnya meliputi pola pikir atau mindset suatu masyarakat (tentang segala perikehidupannya di masa lampau, masa kini dan masa depan), yang banyak terekspresikan melalui aneka-ragam dan aneka dimensi kesenian. Demikian pula, kesenian merupakan salah satu wadah dominan untuk mengartikulasikan kebudayaan tak berwujud (intangible culture).

Kemajuan kebudayaan bangsa dan peradabannya membawa serta, dan sekaligus secara timbal-balik dibawa serta, oleh kemajuan keseniannya.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

01/02/2010 at 8:56 am

Ditulis dalam Budaya Bangsa

Agenda Besar Kebudayaan

with 4 comments

batik-produk-budaya-indonesiaBangsa besar adalah yang juga berjiwa besar dan berpikir besar. Bukan yang selalu reaktif, tetapi yang kreatif dan proaktif.

Untuk menegakkan martabat dan mempertahankan kualitas kebudayaan bangsa yang besar, pemerintah bersama seluruh pewaris, pemilik, dan pelaku kebudayaan harus berani membuat rencana dan kerja besar, sekarang juga. Seluruh energi nasional diperlukan untuk menyalakan apinya agar kerja bisa terus terjaga dan cahayanya semarak di langit luas.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

20/11/2009 at 9:06 am

Sejarawan: Selesaikan Polemik Vestenburg!

with 5 comments

Benteng VastenburgSOLO, KOMPAS.com–Sejarawan dan pengajar Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, Soedarmono mengatakan rekonsiliasi antara pemerintah, masyarakat Solo, dan sejumlah pihak swasta pemilik tanah di Benteng Vastenburg, dibutuhkan untuk menyelesaikan polemik yang terjadi.

Rekonsiliasi dibutuhkan untuk dapat menampung semua aspirasi yang ada terkait penyelesaian masalah benteng tersebut,” kata Soedarmono dalam diskusi “Masa Depan Benteng Vastenburg” di Balai Soedjatmoko, Kota Solo, Senin.

Akan tetapi, lanjutnya, rekonsiliasi tetap diarahkan pada upaya pelestarian sebuah cagar budaya, khususnya Benteng Vastenburg yang dibangun penjajah Belanda pada 1775.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

20/11/2009 at 9:03 am

Sumber Daya Arkeologi Bukti Kemajuan Budaya Bangsa

leave a comment »

pantai-papuaJAYAPURA, KOMPAS.com–Sumber daya arkeologi yang dimiliki masyarakat Indonesia menjadi bukti berharga atas kebesaran sejarah budaya bangsa.

Menurut Kepala Balai Arkeologi Jayapura, Drs.M.Irfan Mahmud,M.Si di Jayapura, Jumat, sumber daya arkeologi merupakan bagian dari sumber daya budaya yang keberadaannya di Indonesia tersebar hampir di seluruh wilayah Nusantara.

“Sumber daya arkeologi yang dimiliki bangsa Indonesia patut dibanggakan karena sangat beragam, unik dan setiap daerah punya ciri-ciri khusus yang berbeda satu sama lain,” tandasnya.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

20/11/2009 at 9:01 am

Cicak & Buaya

leave a comment »

cicak melawan buaya… dan metafor pun menang. Mungkin itu tak disadari ketika kata ”cicak” melawan ”buaya” dipakai pertama kalinya dalam pertentangan yang kini disebut sebagai konflik antara ”KPK” dan ”Polisi”. Saya yakin Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji tak memperhitungkan betapa ampuhnya perumpamaan yang dipakainya dalam majalah Tempo, 16 Juni 2009:

”Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya, di situ cicak. Cicak kok melawan buaya.…”

Dari sana, muncullah dalam gambaran pikiran kita dua pelaku yang bertentangan—dan tak seimbang.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

20/11/2009 at 4:44 am

Kepemimpinan Sebagai Bagian Budaya Bangsa

leave a comment »

wayangKonsep Kepemimpinan dalam hastha brata sebagai warisan luhur budaya bangsa. Dapat dijabarkan bahwa hastha brata atau delapan ajaran keutamaan, seperti yang ditunjukkan oleh sifat-sifat alam. Seorang pemimpin harus berwatak matahari, artinya memberi semangat, memberi kehidupan, dan memberi kekuatan bagi yang dipimpinnya. Harus mempunyai watak bulan, dapat menyenangkan dan memberi terang dalam kegelapan. Memiliki watak bintang, dapat menjadi pedoman. Berwatak angin, dapat melakukan tindakan secara teliti dan cermat. Harus berwatak mendung, artinya bahwa pemimpin harus berwibawa, setiap tindakannya harus bermanfaat. Pemimpin harus berwatak api, yaitu bertindak adil, mempunyai prinsip, tegas, tanpa pandang bulu. Ia juga harus berwatak samudera, yaitu mempunyai pandangan luas, berisi, dan rata. Akhirnya seorang pemimpin harus memiliki watak bumi, yaitu budinya sentosa dan suci.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

10/11/2009 at 3:58 am

Ditulis dalam Budaya Bangsa, Kepemimpinan

Hastha Brata: 8 Sifat Utama Seorang Pemimpin

with one comment

wayangSecara etimologis , “hasta” artinya delapan, sedangkan “brata” artinya langkah. Ajaran Hasta Brata mengajarkan kepada setiap orang yang menjadi pemimpin hendaknya memiliki 8 watak/sifat keutamaan seturut alam. 8 watak/sifat tersebut adalah :

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

10/11/2009 at 3:57 am

Ditulis dalam Budaya Bangsa, Kepemimpinan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.