Kali Sengara

Sak bekja bekjane wong kang lali isih luwih bekja wong kang eleng lan waspodo.

Gerakan 24 Oktober: Menangkah kita?

with 9 comments

Tanggal 23 Oktober yang lalu saya membaca sebuah tulisan berjudul “Gerakan 24 Oktober: Boikot Facebook” di Kali Sengara. Tanggal 24 Oktober malam-hari, ada yang menuliskan respon di blog ini:

Aksi sudah membuahkan hasil….
Alhamdullilah group sudah di ambil alih….
Mudah-mudahan tidak ada penghinaan lagi terhadap ISLAM, karena kami cinta damai.

Benarkah kita telah menang atas pertempuran ini?

Saya kemudian menelusuri sumber beritanya dan yang terjadi adalah sebagai berikut:

  • Ada sekelompok orang yang mengatas-namakan dirinya group “ALEDSA” melakukan hacking terhadap Facebook, sehingga ketika orang mengakses Group “Koran Toilet Paper Roll”, akan dilarikan ke group “ALEDSA“.
  • Respon “bersyukur” bermunculan karena keberhasilan di wall group yang telah di hacking ini.
  • Tidak terlalu lama kemudian, ada seseorang yang mendaftarkan diri menjadi anggota group dan memposting tulisan yang kira-kira begini: OK, Jangan merasa menang dulu. “Koran Toilet Paper Roll” memang telah hilang, tapi kami telah membuat yang baru lagi bernama “Koranic Toilet Paper Rolloll”.
  • Tulisan ini kemudian direspon dengan segala caci maki oleh kaum muslimin.

Jadi kembali saya ingin mengajikan pertanyaan: Benarkah kita telah menang atas pertempuran ini? Sebaliknya sahabat-sahabat, kita telah kalah telak.

Pada hakekatnya, pertempuran ini terjadi di dua medan. Pertama medan yang lebih ruwet dan komplek, yakni di hati kita masing-masing. Dan yang kedua, di medan maya, yakni internet. Pada kedua medan itu, kita kalah telak.

Di dalam hati kita, kita berjuang melawan dorongan-dorongan emosi untuk untuk berbuat jahat, melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji, yakni menyebarang batas-batas syariah. Dan kita telah kalah telak dalam hal ini, karena:

  • Respon kita dengan melakukan hacking adalah bukti kekalahan kita. Bukti kekurangsabaran kita.
  • Yang kita tuntut adalah agar pihak Facebook berani menegakkan aturan yang mereka buat sendiri, yakni “menutup group-group yang melakukan tindakan rasialisme“.
  • Dengan secara “gagah berani” mengatakan kepada publik bahwa kita telah melakukan hacking, hal ini hanya akan menambah daftar atribut jelek kepada gerakan islam.
  • Hasilnya bisa bebeda jika kita lebih bersabar: kita sendiri konsisten dengan langkah-langkah gerakan yang telah dicanangkan, yakni 3 hari boikot.

Di medan internet, kita juga telah gagal telak. Kekuatan mereka terlalu besar untuk bisa dikalahkan dengan metoda hacking. Metoda ini hanya akan menambah kebencian terhadap gerakan islam. Dan musuh kita juga tak kurang akal untuk menciptakan group-group baru di Facebook yang berisi pelecehan terhadap agama. Selama pihak Facebook sendiri tenang-tenang saja dengan pembentukan group-group seperti ini, selama itu pula kita tak bisa apa-apa.

Jadi bagaimana seharusnya?

Saya teringat akan ayat-ayat di Al-Quran. Sebuah cerita mengenai pertempuran Thalut melawan Jalut:

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” [QS. Al-Baqarah 2:249]

Pertempuran ini hanya bisa dimenangkan melalui sebuah gerakan moral dan disiplin yang tinggi dengan menaati pemimpin yang ditunjuk.

Internet adalah medan pertempuran “penciptaan citra“. Mari kita bersama-sama berjuang untuk menciptakan citra Islam yang menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab dalam berekspresi (termasuk menjalankan agama masing-masing). Jangan biarkan kita termakan oleh isu-isu negatif dengan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariah yang hanya menciptakan citra yang semakin buruk terhadap Islam.

Jika kita memiliki disiplin baja dalam menegakkan gerakan moral semacam ini, maka pihak-pihak lain akan:

  • bersikap respek terhadap gerakan ini karena hati mereka juga tidak mengijinkan melakukan tidandakan-tindakan amoral.
  • pihak-pihak yang berseberangan dengan kita akan enggan untuk melakukan hal yang buruk terhadap kita.
  • tuntutan-tuntutan kita akan lebih berbunyi di dalam hati para musuh Allah.

Selama kita tidak disiplin dan membalas kejahatan mereka dengan kejahatan yang serupa, percayalah kita tak akan pernah menang.

Barangkali ada yang bertanya, bukankah Al-Qur’an sendiri mengajarkan kita untuk berlaku sama terhadap musuh-musuh kita:

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. Asy-Syuura 42:40)

Jawaban saya: Ya benar, tetapi itu adalah tindakan terakhir. Bukankah jika kita memafkan dan berbuat baik, maka pahalanya akan menjadi tanggungan Allah?

Untuk memenangkan pertempuran di medan internet melawan kekuatan-kekuatan yang lebih besar dari kita, nampaknya kita harus belajar gerakan ahimsa dari Gandhi.

Sebagai penutup, marilah kita simak ayat-ayat suci ini:

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. (QS. Al-Jaatsiyah 45:13-15)

26 Oktober 2009
Abdul Rasyid Ridha

Written by Ponco Reko

25/10/2009 pada 5:20 pm

9 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Rasyid: “Dan musuh kita juga tak kurang akal untuk menciptakan group-group baru di Facebook yang berisi pelecehan terhadap agama.”

    Bener Mas, saya mendapatkan info, bahwa setelah group “yang itu” telah di hacking, muncul 3 group sejenis di facebook:

    http://www.facebook.com/group.php?gid=59431663835
    http://www.facebook.com/group.php?gid=51348947516
    http://www.facebook.com/group.php?gid=302193890524

    Ponco Reko

    26/10/2009 at 12:24 am

  2. Kayaknya gita harus pindah dari fb, kemana ya?

    Abdul Ghofur

    26/10/2009 at 9:42 am

  3. salam kenal mas kali sengara..dapet info dari mas ponco tentang review ini..

    mungkin terlalu naif jika kita harus memaksa fb menutup akun tersebut. toh si pelaku takkan dijatuhi hukuman apapun.namun langkah apa yang sebaiknya kita lakukan?dunia maya selalu punya dua sisi, baik dan buruk.tinggal pilih yang mana.

    mohon izin copy informasinya n exchange line yh mas.
    maju terus kalisengara…

    naimdragon

    26/10/2009 at 10:38 am

  4. he..he..mas ponco reko=kali sengara yah???

    naimdragon

    26/10/2009 at 10:41 am

  5. @Naim: Salam kenal juga.

    Kali Sengara = Jaman Akhir. Hehe… Website ini sekedar sarana untuk bersilaturahmi dan berbagi di jaman serba terbalik ini.

    Saya sudah undang Mas Rasyid sebagai pengelola website ini juga, jadi biarlah beliau sendiri yang ngejawab tulisan beliau ini.

    Semua tulisan di website ini bebas copy paste asal sopan (maksudnya, cantumin dong sumber tulisannya). Hehe… Monggo kalau mau dicopas.

    Ponco Reko

    26/10/2009 at 11:05 am

  6. siip…

    sis79.co.cc

    26/10/2009 at 7:31 pm

  7. Klo menurut saya:
    Cukup laporkan saja dengan alasan yang bertanggung jawab kepada admin FB.
    Tidak usah menanggapi didalamnya karena percuma saja.

    mumtazanas

    26/10/2009 at 10:29 pm

  8. @Abdul Ghofur: Ada yang nyaranin ikutan muxlim.com:

    http://dzikrina22.multiply.com/journal/item/354/Mari_MIGRASI_ke_muxlim.com_lanjutan_BOIKOT_FACEBOOK

    Saya coba akses ke muxlim.com, lambat pol. Belum nongol halamannya saya sudah gak betah.

    Ada alternatif lain?

    Ponco Reko

    28/10/2009 at 8:56 am

  9. @mumtazanas: Bener… Laporkan dan laporkan terus beramai-ramai agar pihak Facebook merasa jengah untuk tidak konsisten dengan aturan yang mereka buat sendiri.

    Sementara itu, saya ingat nasehat Rasulullah s.a.w:

    Berkata Umarah bin Daskarah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Allah Ta’ala telah berfirman:
    Sesungguhnya hamba-Ku itu ialah setiap orang yang mengingati-Ku, di waktu dia sedang menemui lawannya (di medan perang)”. (HR. Tirmidzi)

    Ponco Reko

    28/10/2009 at 8:58 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: