Kali Sengara

Sak bekja bekjane wong kang lali isih luwih bekja wong kang eleng lan waspodo.

Uga Gelang Wesi Pasundan

with one comment

Jalur Kereta Selatan JawaWaktu saya masih kecil, ada orang yang menceritakan sebuah uga kepada saya. Uga adalah ramalan, atau jangka (seperti pada jangka Jayabaya).

Menurut uga itu, tanah Pasundan (Jawa Barat dan Banten) akan mencapai kemakmuran kalau sudah dikelilingi oleh gelang besi. Informasinya hanya begitu dari si orang tua itu.

Lalu ayah saya membuat tafsiran. Gelang besi itu adalah jalan (besi) kereta api yang melingkupi seluruh wilayah Pasundan. Dan dalam teori, transportasi dan ekonomi saling mendukung, tapi pada umumnya infrastruktur transportasi dibangun lebih dulu untuk “memancing” pertumbuhan ekonomi. Pendeknya, ayah saya memandang uga itu sebagai nasihat dari kakek buyut kita agar kita membangun jalan kereta api mengitari tanah Pasundan agar kemakmuran penduduk di wilayah itu dapat dicapai.

Tapi pada kenyataannya jaringan jalan kereta api di Jawa Barat tidak mengalami perkembangan, karena tidak ada jalan baru. Malah bisa dikatakan jaringannya mengkerut. Dulu ada jalan kereta api dari Bandung ke Dayeuhkolot. Dari sini bercabang dua, ke Majalaya dan ke Soreang-Banjaran. Demikian juga ke Garut, dari Malangbong (?). Semua sekarang sudah hilang.

Jaringan yang ada pun kurang pemanfaatannya. Coba tanya pada orang Sukabumi, kapan terakhir kali naik kereta api ke Bandung atau ke Jakarta. Kemungkinan besari jawabnya : tahun 1970-an. Atau, yang ditanya bingung : “Emangnya ada stasiun kereta api di Sukabumi?”

Dari pengamatan saya sendiri, pamor kereta api sebagai alat transportasi menurun setelah tahun 1965. Mungkin karena banyak pegawainya terlibat Sobsi, sehingga kualitasnya jadi menurun.

Pada tahun 70-an, kompetitor kereta api (yaitu angkutan jalan raya) meningkat pesat. Dari berkah uang minyak, pemerintah membangun jalan sampai ke pelosok desa. Ditambah dengan naik daunnya kendaraan serba guna : Colt, orang desa beralih ke jalan raya untuk angkutan barang dan penumpang. Dengan berbagai eksesnya, ekonomi pedesaan mengalami kemajuan. Barang-barang hasil bumi dan lain-lain dapat dengan mudah dijual ke kota.

Segmen yang mengalami kemajuan mungkin hanya Jakarta-Bandung (selalu ini yang dikutak-katik), tapi itupun hanya untuk penumpang. Sedangkan barang-barang kayaknya lebih banyak diangkut oleh truk yang merayap antara Purwakarta dan Cimahi. Kejayaan kereta api di masa lalu, khususnya dalam hal angkutan barangnya, masih tergambar dari luasnya gudang-gudang di sekitar Stasiun Bandung (seperti juga luasnya tanah PTKAI di dekat Pelabuhan Semarang).

Kembali ke gelang besi. Kalau kita bicara gelang kecil, sudah ada Jakarta-Sukabumi-Cimahi-Purwakarta-Jakarta. Kalau ingin gelang besar, harus dibangun jalur baru antara Bandung-Sumedang-Cirebon, atau Ciamis-Cirebon. Kalau ingin gelang besar, harus dibangun Serang- Rangkasbitung-Pelabuhanratu-Pangandaran, ditambah Sukabumi- Pelabuhanratu.

Investor mana yang percaya pada uga ?

Bambang Setiawan

Sumber: urangsunda@yahoogroups.com

Komentar Ponco Reko:

Hehe… ternyata di sunda juga ada ramalan tentang jalur kereta keliling pulau Jawa sebagaimana Ramalan Jayabaya. Sayangnya, artikel ini tidak menjelaskan asal-usul uga (ramalan) ini.

 

Written by Ponco Reko

30/10/2009 pada 2:04 pm

Ditulis dalam Ramalan Kali Sengara

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. jalan beton bercor itu memakai besi bukan?

    ketidaktahuan anda karena keterbatasan pengetahuan, tapi nanti dengan seiring waktu berjalan maka pengetahuan anda akan bertambah.

    wassalam

    kangseto

    03/06/2010 at 2:34 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: