Kali Sengara

Sak bekja bekjane wong kang lali isih luwih bekja wong kang eleng lan waspodo.

Sejarawan: Selesaikan Polemik Vestenburg!

with 5 comments

Benteng VastenburgSOLO, KOMPAS.com–Sejarawan dan pengajar Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, Soedarmono mengatakan rekonsiliasi antara pemerintah, masyarakat Solo, dan sejumlah pihak swasta pemilik tanah di Benteng Vastenburg, dibutuhkan untuk menyelesaikan polemik yang terjadi.

Rekonsiliasi dibutuhkan untuk dapat menampung semua aspirasi yang ada terkait penyelesaian masalah benteng tersebut,” kata Soedarmono dalam diskusi “Masa Depan Benteng Vastenburg” di Balai Soedjatmoko, Kota Solo, Senin.

Akan tetapi, lanjutnya, rekonsiliasi tetap diarahkan pada upaya pelestarian sebuah cagar budaya, khususnya Benteng Vastenburg yang dibangun penjajah Belanda pada 1775.

Benteng Vastenburg
Benteng Vastenburg dilihat dari ketinggian, Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Walau merupakan saksi sejarah perkembangan Kota Solo, Benteng yang dibuat pada tahun 1745 oleh Baron Van Imhoff kondisinya memprihatinkan, selain sudah milik perseorangan, di areal benteng tersebut rencananya akan dibangun hotel oleh pemiliknya.

Meskipun pada akhirnya salah satu pemanfaatan benteng tersebut untuk hotel, kata dia, konsep rekonstruksi bangunan benteng harus ditekankan pada pelestarian cagar budaya, “Jangan sampai bentuknya seperti bangunan modern”.

“Titik final yang dicita-citakan dalam rekonsiliasi tersebut adalah terwujudnya Benteng Vastenburg sebagai pusat kebudayaan,” kata dia.

Ia mengatakan, sejumlah konsep pemanfaatan Benteng Vrastenburg sebagai pusat kebudayaan telah disiapkan, “Tidak hanya sebagai museum, benteng tersebut diharapkan juga dapat menjadi pusat pengembangan kebudayaan”.

“Situs cagar budaya seperti Benteng Vastenburg harus dipertahankan karena menyangkut identitas kota. Kota Solo bermasalah dalam pelestarian cagar budaya karena banyak bangunan cagar budaya dan kawasan bersejarah di Kota Solo mengalami degradasi karena kalah oleh kepentingan ekonomi,” menurutnya.

Jika rekonsiliasi terwujud dan menghasilkan kesepakatan dalam merekonstruksi benteng tersebut seperti bentuk awal, kata dia, hal tersebut menunjukkan kebangkitan Kota Solo dalam melestarikan cagar budaya yang ada di kota tersebut.

Sementara itu, Kepala Museum Benteng Vredenburg Yogyakarta, Sri Ediningsih mengatakan, kondisi bangunan-bangunan yang berada di dalam Benteng Vastenburg sudah hilang, “Hal tersebut lebih parah dibandingkan saat Benteng Vredenburg dipugar menjadi museum”.

Oleh karena itu, kata dia, perlu dilakukan rekonstruksi bangunan pada Benteng Vastenburg, “Rekonstruksi bisa dilakukan dengan melihat foto-foto yang mendokumentasikan bangunan-bangunan yang ada di benteng tersebut”.

“Selain itu, rekonstruksi bangunan juga bisa dilakukan dengan melihat bangunan-bangunan yang ada di dalam Benteng Vredenburg Yogyakarta karena memiliki kemiripan dengan apa yang ada di Benteng Vastenburg Kota Solo,” menurut Sri.

Ia mengatakan, pemanfaatan dalam bentuk apapun pada Benteng Vastenburg diharapkan tidak meninggalkan konsep pelestarian cagar budaya, “Itu yang harus dipahami oleh para pemilik tanah di kawasan benteng tersebut”.

Sementara itu, rencana pembangunan hotel dan mall di atas tanah Benteng Vastenburg menuai banyak protes, salah satunya dari Komunitas Peduli Benda Cagar Budaya Nusantara (KPCBN).

Surat penolakan yang dikirim KPCBN kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) membuahkan hasil dengan adanya surat balasan dari Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala yang menyebutkan pendirian mal dan hotel tidak diperkenankan dibangun di kawasan cagar budaya Benteng Vastenburg.

Sumber: Kompas – Senin, 12 Oktober 2009.

Written by Ponco Reko

20/11/2009 pada 9:03 am

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Semoga pemerintah kota solo dapat melestarikan benteng yang bersejarah itu,,
    Bukan nya harus di bangun hotel, tapi lebih baik di perbaiki dan dijadikan objek wisata agar mereka tahu itu benteng bersejarah.

    Program kasir

    16/02/2010 at 11:22 am

  2. benteng bersejarah itu perli kita perbaiki dan lestarikan,,

    Sewa Mobil Bali

    09/06/2010 at 7:55 am

  3. thanks to info,l,,,,,,apa pun yang bersejarah harus kita lestarikan,,,,,,

  4. peninggalan sejarah yang patut kita jaga dan lestarikan,, sebagai bukti nyta tentang apa yang pernah terjadi di masa lalu..

  5. apa pun yang jaman dahulu dianggap penting atau tidak harus kita jaga n lestarikan, karena kita sebagai generasi penerus,,, thanks info.. salam,,,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: