Kali Sengara

Sak bekja bekjane wong kang lali isih luwih bekja wong kang eleng lan waspodo.

Archive for the ‘Ramalan Kali Sengara’ Category

Islam Dalam Ramalan Jayabaya: Telaah Serat Praniti Wakya Jangka Jayabaya

with 31 comments

Amelia Vega di Cover Majalah JayabayaPendahuluan

Bagi sebagian kalangan muslim memunculkan kajian terhadap ‘keberterimaan’ terhadap ramalan sudah tentu akan memantik sebuah polemik. Betapa tidak, konsep Islam dalam memandang ramalan pada dimensi supranatural telah tegas dan jelas. Umat Islam dikenai larangan atas sejumlah pengharapan spekulatif, seperti mengundi suatu pilihan dengan anak panah, berjudi, dan termasuk di dalamnya dengan jalan mempercayai ramalan. Apa yang penulis maksudkan dengan ramalan ini sudah tentu bukan merupakan sebuah upaya perkiraan masa depan dengan sejumlah metode ilmiah semacam metode forecasting penilaian kelayakan bisnis dalam perekonomian atau sejenisnya. Namun lebih kepada ramalan yang berorientasi pada klenik dan atau mengarah praktek kebatinan. Efek ramalan sendiri biasanya berlainan pada tiap-tiap individu yang berbeda. Akan tetapi umumnya, ramalan akan membuat manusia terjebak oleh angan-angan, bahkan secara negatif menjerumuskan pada kemusyrikan.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

30/10/2009 at 2:26 pm

Uga Gelang Wesi Pasundan

with one comment

Jalur Kereta Selatan JawaWaktu saya masih kecil, ada orang yang menceritakan sebuah uga kepada saya. Uga adalah ramalan, atau jangka (seperti pada jangka Jayabaya).

Menurut uga itu, tanah Pasundan (Jawa Barat dan Banten) akan mencapai kemakmuran kalau sudah dikelilingi oleh gelang besi. Informasinya hanya begitu dari si orang tua itu.

Lalu ayah saya membuat tafsiran. Gelang besi itu adalah jalan (besi) kereta api yang melingkupi seluruh wilayah Pasundan. Dan dalam teori, transportasi dan ekonomi saling mendukung, tapi pada umumnya infrastruktur transportasi dibangun lebih dulu untuk “memancing” pertumbuhan ekonomi. Pendeknya, ayah saya memandang uga itu sebagai nasihat dari kakek buyut kita agar kita membangun jalan kereta api mengitari tanah Pasundan agar kemakmuran penduduk di wilayah itu dapat dicapai.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

30/10/2009 at 2:04 pm

Ditulis dalam Ramalan Kali Sengara

Uga Wangsit Siliwangi

with 26 comments

Prabu SiliwangiUga Siliwangi adalah wangsit yang diucapkan oleh Prabu Siliwangi yang sangat sayang kepada penduduk Bandung (Sunda) dari dulu sampai sekarang. Ucapannya mengena ke seluruh sendi-sendi kehidupan kota Bandung. Perjalanan Prabu Siliwangi direkam dalam uga siliwangi ini dan berlaku hingga sekarang.

Uga ini berbentuk prosa dalam Bahasa Sunda. Terjemahan bebasnya dalam Bahasa Indonesia dapat dilihat di bagian bawah halaman.

Carita Pantun Ngahiangna Pajajaran
Pun, sapun kula jurungkeun
Mukakeun turub mandepun
Nyampeur nu dihandeuleumkeun
Teundeun poho nu baréto
Nu mangkuk di saung butut
Ukireun dina lalangit
Tataheun di jero iga!

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

27/10/2009 at 6:39 pm

Ditulis dalam Ramalan Kali Sengara

Ramalan Jayabaya

with 8 comments

Ramalan JayabayaBesuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
One day there will be a cart without a horse.

Tanah Jawa kalungan wesi.
Tanah Jawa berkalung besi.
The island of Java will wear a necklace of iron.

Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
Perahu berlayar di ruang angkasa.
There will be a boat flying in the sky.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

27/10/2009 at 4:24 pm

Ditulis dalam Ramalan Kali Sengara

Mengintip Kebenaran Ramalan Prabu Jayabaya

with 9 comments

waktuJika sebuah bangsa hanya memperhatikan harta, mengabaikan cita-cita, maka bangsa itu bukanlah bangsa yang besar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang hidup dengan cita-cita, memelihara jiwa sekaligus raganya. Tetapi harta bukanlah yang utama. Sebab bukanlah harta yang memerdekakan bangsa dan rakyat kita, melainkan jiwa, sekali lagi jiwa kita yang membaja, semangat kita yang membara yang membawa kita semua ke dalam kemerdekaan, maka Bangunlah Jiwa Rakyat Indonesia, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Jaya”

Demikianlah pesan gaib Bung Karno yang disampaikan kepada Kusumo Lelono, seperti yang ditulisnya dalam ‘Satrio Piningit’ (Gramedia Pustaka Utama/1999). Menurut Lelono, Bung Karno menggunakan kepercayaan masyarakat akan ramalan Prabu Jayabaya untuk membangkitkan semangat keberanian yang tinggi di kalangan rakyat pada massa perjuangan. Jadi tidak heran, jika hingga kini getar suara Bung Karno itu masih terasa di denyut nadi perjuangan kita, dan sosoknya pun seperti masih bernyawa.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

27/10/2009 at 4:16 pm