Kali Sengara

Sak bekja bekjane wong kang lali isih luwih bekja wong kang eleng lan waspodo.

“Celengan Bisma”, Menggugat Peran Panutan

Ki Slamet GundonoRibuan burung pemakan bangkai berarak di angkasa sehingga langit menjadi hitam. Mereka berebut hendak memangsa jasad Resi Bisma yang terkapar di padang Kuru Setra. Mendadak ribuan burung kuntul menyerbu, lalu menimbuninya dengan bulu-bulu mereka yang putih sehingga jasad itu tertutup seperti padang salju.

Repertoar “Celengan Bisma” yang dipentaskan di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Minggu (26/7), diakhiri Slamet Gundono dengan orasi tentang sisi gelap tokoh yang dianggap panutan, seperti Bisma.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by Ponco Reko

07/11/2009 at 3:55 pm

Ditulis dalam Berita Kali Sengara

Makna Gunungan dalam Pagelaran Wayang Kulit

with one comment

gunungan-walisanga-smGunung, Candi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Secara umum Gunungan menggambarkan bentuk gunung, profil lapisan permukaan bumi yang menonjol. Gunung mempunyai sifat alamiah yang stabil. Gunung menggambarkan tempat yang tinggi, sejuk, oksigen yang tipis, lereng yang curam penuh hutan belukar, pada kaki gunung biasanya terdapat dataran yang subur. Daerah pegunungan cocok sebagai tempat peristirahatan, tempat mencari kedamaian batin. Pemandangan yang indah dan alami di pegunungan membangkitkan rasa terdalam dalam diri seseorang.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

05/11/2009 at 3:25 am

Rampokan Macan dan 200 Tahun Junghuhn

with 3 comments

Hasil Rampokan Macan di BlitarDJALOE.COM – Anda pernah membaca komik Rampokan Jawa karangan Peter van Dongen? Komik dengan garis gambar a.l.a Rin Tintin itu terbit pertama kali berbahasa Belanda, sejak lima tahu lalu sudah terbit edisi terjemahan Bahasa Indonesia. Peter tidak pernah pergi ke Indonesia sebelum bikin komik itu. Ia mengandalkan riset di perpustakaan Belanda.

Rampokan Jawa diilhami cerita dan foto tentang tradisi Rampokan Macan di Jawa. Ini tradisi membunuh macan beramai-ramai di Alun-alun yang bahkan menjadi salah satu obyek wisata, sebelum akhirnya dilarang pemerintah kolonial pada awal Abad ke-19. Akar tradisi ini bermula di Surakarta, berkembang pula ke wilayah di timurnya, mulai dari Kediri, Tulungagung sampai Blitar.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

30/10/2009 at 10:28 pm

Islam Dalam Ramalan Jayabaya: Telaah Serat Praniti Wakya Jangka Jayabaya

with 31 comments

Amelia Vega di Cover Majalah JayabayaPendahuluan

Bagi sebagian kalangan muslim memunculkan kajian terhadap ‘keberterimaan’ terhadap ramalan sudah tentu akan memantik sebuah polemik. Betapa tidak, konsep Islam dalam memandang ramalan pada dimensi supranatural telah tegas dan jelas. Umat Islam dikenai larangan atas sejumlah pengharapan spekulatif, seperti mengundi suatu pilihan dengan anak panah, berjudi, dan termasuk di dalamnya dengan jalan mempercayai ramalan. Apa yang penulis maksudkan dengan ramalan ini sudah tentu bukan merupakan sebuah upaya perkiraan masa depan dengan sejumlah metode ilmiah semacam metode forecasting penilaian kelayakan bisnis dalam perekonomian atau sejenisnya. Namun lebih kepada ramalan yang berorientasi pada klenik dan atau mengarah praktek kebatinan. Efek ramalan sendiri biasanya berlainan pada tiap-tiap individu yang berbeda. Akan tetapi umumnya, ramalan akan membuat manusia terjebak oleh angan-angan, bahkan secara negatif menjerumuskan pada kemusyrikan.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

30/10/2009 at 2:26 pm

Uga Gelang Wesi Pasundan

with one comment

Jalur Kereta Selatan JawaWaktu saya masih kecil, ada orang yang menceritakan sebuah uga kepada saya. Uga adalah ramalan, atau jangka (seperti pada jangka Jayabaya).

Menurut uga itu, tanah Pasundan (Jawa Barat dan Banten) akan mencapai kemakmuran kalau sudah dikelilingi oleh gelang besi. Informasinya hanya begitu dari si orang tua itu.

Lalu ayah saya membuat tafsiran. Gelang besi itu adalah jalan (besi) kereta api yang melingkupi seluruh wilayah Pasundan. Dan dalam teori, transportasi dan ekonomi saling mendukung, tapi pada umumnya infrastruktur transportasi dibangun lebih dulu untuk “memancing” pertumbuhan ekonomi. Pendeknya, ayah saya memandang uga itu sebagai nasihat dari kakek buyut kita agar kita membangun jalan kereta api mengitari tanah Pasundan agar kemakmuran penduduk di wilayah itu dapat dicapai.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

30/10/2009 at 2:04 pm

Ditulis dalam Ramalan Kali Sengara

Uga Wangsit Siliwangi

with 26 comments

Prabu SiliwangiUga Siliwangi adalah wangsit yang diucapkan oleh Prabu Siliwangi yang sangat sayang kepada penduduk Bandung (Sunda) dari dulu sampai sekarang. Ucapannya mengena ke seluruh sendi-sendi kehidupan kota Bandung. Perjalanan Prabu Siliwangi direkam dalam uga siliwangi ini dan berlaku hingga sekarang.

Uga ini berbentuk prosa dalam Bahasa Sunda. Terjemahan bebasnya dalam Bahasa Indonesia dapat dilihat di bagian bawah halaman.

Carita Pantun Ngahiangna Pajajaran
Pun, sapun kula jurungkeun
Mukakeun turub mandepun
Nyampeur nu dihandeuleumkeun
Teundeun poho nu baréto
Nu mangkuk di saung butut
Ukireun dina lalangit
Tataheun di jero iga!

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

27/10/2009 at 6:39 pm

Ditulis dalam Ramalan Kali Sengara

Pelacur – Catatan Pinggir

leave a comment »

pelacurDengan tubuhnya yang gempal perempuan itu memecah batu, dengan tubuhnya yang tebal ia seorang pelacur.

Namanya Nur Hidayah, 35 tahun, kelahiran Tulungagung, Jawa Timur. Ia seorang istri yang ditinggalkan suami (meskipun mereka belum bercerai), ia ibu dari lima anak yang praktis yatim.

Tiap pagi, setelah Tegar, anaknya yang berumur enam tahun, berangkat ke sekolah dengan ojek, Nur datang ke tempat kerjanya. Di sana ia mengangkut batu, kemudian memecah-mecahnya, untuk dijual ke pemborong bangunan. Nova, empat tahun, anak bungsunya, selalu dibawanya. Nur bekerja sekitar lima jam sampai tengah hari.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ponco Reko

27/10/2009 at 6:30 pm